Mengapa Motor Jadul Lebih Bandel dari pada Motor Sekarang?

Banyak yang mengatakan bahwa motor jadul itu lebih kuat, lebih tanggung, lebih awet dan lebih bandel dari pada motor keluaran sekarang. Bahkan tidak hanya itu, suara mesin motor jadul juga lebih halus dari pada motor masa kini. Itulah beberapa selentingan yang kerap kita dengar di beberapa kelompok masyarakat. Oleh karena itu sangat wajar apabila ada kelompok tertentu yang lebih mencintai motor jadul dari pada motor buatan sekarang. Selain faktor kekuatan, ada juga faktor bentuk motor (klasik dan unik) yang dapat dijadikan sebagai daya tarik tersendiri untuk mencintai motor jadul.

Motor jadul dengan motor masa kini sangatlah berbeda. Anggap saja motor jadul itu adalah semua motor yang di produksi sebelum tahun 70-an. Sedangkan motor masa kini adalah semua motor yang di produksi setelah tahun 70-an. Dilihat dari segi fisik motor, antara motor jadul dengan motor masa kini sangat berbeda, seperti halnya bahan untuk membuat motor. Motor jadul hampir semuanya menggunakan bahan logam. Sedangkan motor masa kini berusaha meminimalisir dalam penggunaan bahan logam yang cenderung berharga lebih mahal dan berbobot dalam beratnya. Sekarang, sebuah motor sudah dapat di produksi dengan menggunakan sedikit bahan logam, dan sebagai gantinya digunakan bahan-bahan yang lebih ringan dan murah, seperti polimer, komposit dan keramik.

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat membandingkan teknologi yang diterapkan pada motor jadul dengan motor masa kini.

Konsep Teknologi Motor Jadul

Orang zaman dahulu dalam menciptakan sesuatu itu di desain sedemikian rupa sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang sangat lama. Bila dimungkinkan, hasil ciptaannya itu dapat dipergunakan selama mereka hidup dan diteruskan sampai anak dan cucunya. Demikian halnya dengan cara mendesain sebuah motor. Motor keluaran tahun 70-an dan sebelumnya di desain dengan menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari baja yang sangat kuat. Lebih dari 90% bahan pembuat motor jadul adalah baja. Mulai dari body motor, spakbor, dasbord, dek dan bahkan spionpun terbuat dari baja. Kalau Anda perhatikan bahwa hanya ban dan jog sajalah yang terbuat dari selain baja. Mungkin biar agak nyaman apabila dikendarai barang kali ya. Tapi itulah kenyataannya.

Barangkali mereka beranggapan bahwa apabila sepeda motor itu dibuat dari bahan baja yang kokoh, maka jika terjadi tabrakan maka motor tersebut tidak akan mengalami kerusakan yang parah. Namun ternyata mereka lupa bahwa motor itu dibuat bukan untuk tabrak-tabrakan melainkan untuk dikendarai.

“Mereka lupa bahwa motor itu dibuat tidak untuk tabrak-tabrakan, melainkan untuk dikendarai”.

Konsep Teknologi Motor Masa Kini

Konsep desain motor sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan konsep desain motor jadul. Sepeda motor sekarang dibuat dengan menggunakan bahan seminimal mungkin dan tidak mengharuskan menggunakan bahan-bahan yang paling kuat dan mahal semuanya. Konsep desain motor sekarang lebih mengutamakan aspek fungsi. Mengenai kekuatan bahan pendukung, diperhitungkan menurut kegunaannya. Sehingga bahan untuk membuat sepeda motor tidak harus dengan menggunakan bahan baja yang memiliki berat jenis lebih tinggi sehingga menjadikan berat kendaraan menjadi lebih berbobot yang bontotnya mengalami pemborosan bahan bakar.

Bahan-bahan polimer atau plastik yang dianggap memiliki kekuatan yang jauh lebih rendah dari pada baja, dapat juga dipergunakan sebagai komponen pembuat motor. Sehingga hampir separuh dari komponen motor jadul sudah dapat digantikan dengan bahan polimer atau plastik, komposit dan keramik.

Keutamaan menggunakan bahan polimer dibandingkan dengan baja dalam mendesain kendaraan adalah polimer memiliki bobot yang jauh lebih ringan dan juga relatif lebih murah harganya. Selain itu, bobot kendaraan yang lebih ringan dapat menyebabkan kendaraan tersebut menjadi hemat bahan bakar.

Perbedaan Suara Mesin Motor Jadul dengan Motor Sekarang

Banyak yang mengatakan bahwa suara mesin sepeda motor jadul lebih halus dari pada motor buatan sekarang. Perlu Anda ketahui bahwa salah satu penyebab suara mesin motor terasa kasar adalah adanya clearence yang diberikan dalam mendesain sebuah komponen mesin.

Clearence adalah ruang atau celah yang harus diberikan antara komponen satu dengan komponen lain yang bersinggungan dalam proses kerjanya. Misalnya clearence antara piston dengan cylinder liner. Pemberian clearence dimaksudkan sebagai tempat pemuaian komponen yang ada di dalamnya agar tidak terkunci. Mudahnya begini, semua komponen mesin khan terbuat dari logam yang memiliki nilai koefisien thermal tertentu. Sehingga semua logam yang terkena panas akan mengalami pertambahan volume.

Misalnya  apabila antara piston dan cylinder liner tidak diberikan clearence yang cukup untuk terjadinya pemuaian, maka piston akan terkunci didalam cylinder liner apabila kondisi di ruang bakar sudah mulai panas akibat pembakaran bahan bakar.

Penentuan besar kecilnya clearence ini sangat tergantung pada volume ruang bakar (centimeter cubic / cc) pada kendaraan. Semakin besar cc kendaraan, maka besar clearence harus diberikan juga semakin besar agar tidak terjadi penguncian. Padahal motor jadul kebanyakan memiliki cc mesin yang lebih kecil sehingga ukuran clearence juga relatif lebih kecil dari pada motor masa kini sehingga dampaknya adalah suara mesin kendaraan menjadi lebih halus dari pada motor sekarang yang memiliki cc yang besar.* (/pic: yummiology.blogspot.com)

Written by Amin

Saya seorang Dosen, Konsultan, Peneliti dan Asesor. Selain sebagai Ketua Editor Jurnal Ilmiah, saya juga bergabung di asosiasi profesi: PII, ADGVI dan APTI.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *