Mengetahui Apa itu SINTA, Bagaimana Cara Mendaftar dan Fungsinya sebagai Alat Pengindeks Publikasi

Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya berusaha mendongkrak hasil-hasil penelitian untuk dapat dipublikasikan di tingkat global (internasional). Hasil penelitian yang dipublikasikan merupakan sebuah aset negara yang sangat penting karena tingkat peradaban sebuah negara dapat dilihat dari jumlah publikasi yang dihasilkan. Sehingga tak dapat di pungkiri, kini setiap negara saling memperebutkan untuk mendapatkan peringkat tertinggi dalam publikasi internasional.

Jumlah penduduk di negara kita relatif lebih banyak dari pada beberapa negara tetangga, namun kenyataannya, kini jumlah publikasi di negara kita masih kalah dengan jumlah publikasi di beberapa negara tetangga. Menurut informasi dari ristekdikti bahwa salah satu penyebabnya adalah rendahnya publikasi global para peneliti tersebut. Berdasarkan inilah maka untuk meningkatkan jumlah publikasi, pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membangun Science and Technology Index yang diberi nama SINTA.

Apakah itu SINTA?

Berdasarkan pengertian yang ada di laman ristekdikti, bahwa SINTA (Science and Technology Index) merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi Iptek.

Perbedaan dengan sistem yang sudah ada sebelumnya

SINTA berbeda dengan alat pengindeks yang sudah ada, seperti Google Scholar, Portal Garuda, Indonesia Science and Technology Index (InaSTI) dan Indonesian Publication Index (IPI). Sinta sudah mengarah ke portal pengindeks global (Internasional) semisal Scopus yang sudah memiliki fitur yang lebih lengkap karena sudah dilengkapi dengan beberapa fitur seperti: Citation, Networking, Research dan Score.

Pada bagian Citation menampilkan h-index dalam kurun waktu pertahun untuk Google Scholar dan Scopus. Sedangkan pada bagian networking, Anda dapat mengetahui networking dengan peneliti lain yang pernah mengadakan kerjasama dengan Anda.

Pada bagian Research Output berisi mengenai artikel jurnal, buku dan artikel seminar yang telah Anda hasilkan. Sedangkan pada bagian Score, Anda dapat melihat indeks di Scopus, Google Scholar dan InaSTI.

Keunggulan SINTA

Keunggulan utama SINTA dibandingkan dengan portal peng-indeks yang lain yaitu dapat secara otomatis meng-indeks hasil karya yang telah ter-indeks di Google Scholar, Scopus, InaSTI dan Indonesian Publication Index (IPI)

Siapa saja yang dapat mendaftar?

SINTA dibuat guna mewadahi hasil penelitian yang sudah dipublikasikan secara online. Sehingga orang yang dapat berkontribusi di Portal SINTA adalah para peneliti dan dosen. Dosen juga dianggap sebagai peneliti karena disamping mengajar di kelas, dosen juga melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Sehingga kedua profesi inilah yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan indeks publikasi jurnal ilmiah di negara kita.

Bagaimana cara mendaftar?

Syarat untuk dapat mendaftar atau registrasi di Portal Sinta tidaklah sulit, hanya mengisi email dan mengisi beberapa identitas diri, seperti: Nama Lengkap, Status (Peneliti / Dosen), Nomor Induk Dosen (NIDN), Instansi tempat kerja, Jabatan dalam pekerjaan.

Setelah Anda mengisikan identitas, seperti layaknya cara mendaftar di portal yang lain yaitu Anda diminta untuk mengisikan password sebagai kata kunci keamanan setiap akan membuka portal. Perlu Anda ketahui bahwa pada saat registrasi, Anda juga diijinkan untuk memberitahukan h-indeks Anda di portal yang lain (apabila Anda sudah memiliki) seperti: h-indeks di InaSTI, Google Scholar, Scopus dan Indonesian Publication Index (IPI).

Pengalaman Menggunakan SINTA

Saya mengetahui SINTA sekitar tiga minggu yang lalu melalui surat dari Menristekdikti No. 227/E/IV/2017 tanggal 27 April 2017 yang ditujukan ke Pimpinan Perguruan Tinggi dan Koordinator Kopertis Wilayah I s.d XIV tentang pendaftaran diri dosen dan peneliti di Portal SINTA. Baru saja saya mendaftar di Portal SINTA dengan mengisi kolom-kolom yang disediakan dan mengikuti prosedur registrasi tahap demi tahap. Saya juga memasukkan h-indeks yang ada di Google Scholar dan Indonesian Publication Index (IPI). Alhamdulilah, proses registrasi saya di Portal SINTA tidak mengalami masalah sehingga sekarang saya sudah ter-indeks di Portal SINTA.* (/ref:sinta1.ristekdikti.go.id)

Written by Amin

Saya seorang Dosen, Konsultan, Peneliti dan Asesor. Selain sebagai Ketua Editor Jurnal Ilmiah, saya juga bergabung di asosiasi profesi: PII, ADGVI dan APTI.

This article has 1 comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *