Mobil Hemat BBM 792 Km/Liter Karya Anak Bangsa Ikut Kompetisi Otomotif Shell Eco Marathon Asia

Shell Eco Marathon Asia (SEM-Asia) merupakan ajang adu kreativitas bagi mahasiswa untuk menciptakan kendaraan dengan konsumsi bahan bakar paling irit. Selain menyediakan ajang bagi munculnya ide kreatif dari para kaum muda, Shell Eco Marathon Asia juga dapat dijadikan ajang untuk membuka wawasan mengenai energi di masa depan. Hari ini merupakan hari pertama dari tiga hari kedepan diadakannya SEM-Asia yang bertempat di Changi Exhibition Center, Singapura.

Pada Shell Eco Marathon Asia kali ini Indonesia mengirimkan 26 tim dari berbagai universitas di Indonesia yang akan berkompetisi melawan setidaknya 98 tim dari negara lain. Menurut laman Liputan6.com bahwa salah satu tim yang membuat kita kagum adalah Tim Nakoela dari Universitas Indonesia (UI) yang mampu menciptakan kendaraan dengan konsumsi bahan bakar sangat irit yaitu 792 kilometer / liter.

Apakah Kendaraan Keris RVI II itu?

Kendaraan Keris RVI II merupakan sebuah kendaraan dalam bentuk propotipe buatan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Tim Nakoela. Keunikan Kendaraan Keris RVI II ini yaitu menggunakan  mesin dari Mesin Honda Beat yang dimodifikasi dan dapat dikendarai oleh satu orang didalamnya. Modifikasi dimaksudkan untuk memperoleh kendaraan dengan hemat bahan bakar yang baik. Sehingga modifikasi dilakukan pada seluruh bagian kendaraan baik dibagian mesin dan non mesin.

Modifikasi dibagian non mesin meliputi mengatur friksi dan bobot kendaraan. Friksi diperhitungkan tidak hanya terhadap gesekan antar komponen mesin namun juga terhadap tekanan angin dan aspal. Sehingga kendaraan Keris RVI II ini sudah didesain sangat aerodinamis dengan menggunakan ban minim friksi.

Spesifikasi Kendaraan Keris RVI II

Spefifikasi dari kendaraan Keris RVI II ini yaitu masih mengandalkan transmisi dan rantai meskipun menggunakan mesin Honda Beat yang termasuk dalam jenis motor matik. Material kendaraan ini dibuat dari bahan yang sangat ringan yaitu honeycomb aramid paper dan carbon fiber sebagai pendukung bodi kendaraan tersebut. Bahan bakar yang dipergunakan dalam kendaraan Keris RVI II ini adalah bensin.

Alasan Penggunaan Bensin

Pemakaian bahan bakar bakar fosil semakin lama semakin menipis sehingga saat ini tengah digalakkan untuk mendapatkan bahan bakar alternatif seperti solar cell, motor listrik, ethanol dan banyak lagi. Sehingga rekayasa mesin banyak diarahkan ke mesin-mesin dengan menggunakan bahan bakar alternatif tersebut. Namun, kendaraan Keris RVI II buatan mahasiswa Universitas Indonesia ini malah masih setia berkutat di mesin dengan bahan bakar fosil yaitu bensin.

Menurut laman di oto.detik.com dikatakan bahwa mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam tim Nakoela dan Sadewa masih mengandalkan bahan bakar bensin. Alasannya, mahasiswa UI itu ingin mengoptimalkan risetnya di teknologi mesin bensin yang lebih irit bahan bakar. Mengingat kebanyakan transportasi massal di Indonesia masih menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya.

Riwayat

Pada tahun 2016 yang lalu, Universitas Indonesia telah berhasil menjadi juara terbaik di Shell Eco Marathon Asia yang digelar di Rizl Park Manila, Filipina pada tanggal (3-6) Maret 2016. Tak tanggung-tanggung kedua tim milik UI (Tim Nakoela dan Sadewa) telah berhasil menjadi juara unggualan.

Tim Nakoela telah meraih juara satu di ajang kompetisi Shell Eco Marathon Asia 2016 untuk kategori Propotipe Gasoline. Sedangkan Tim Sadewa telah meraih juara 1 untuk kategori mobil Urban Concept yang menggunakan energi bensin dengan catatan rekor jarak tempuh 275 km/liter.**

(/pic: fb_uisupermileage)

Written by Amin

Saya seorang Dosen, Konsultan, Peneliti dan Asesor. Selain sebagai Ketua Editor Jurnal Ilmiah, saya juga bergabung di asosiasi profesi: PII, ADGVI dan APTI.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *