Nikmatnya Wisata Sambil Belajar di Museum Ronggowarsito Semarang

Mungkin ada yang beranggapan bahwa liburan ke sebuah museum adalah membosankan dan tidak keren lagi. Namun anggapan semacam itu tidaklah selamanya benar.  Bagi Anda yang belum pernah ke Museum Ronggowarsito, cobalah kesana.

Hampir sama dengan Museum Mandala Bhakti, Museum Ronggowarsito juga sebagai salah satu tempat pelestarian kebudayaan Jawa dan media edukasi bagi generasi muda. Akan tetapi, Museum Ronggowarsito yang berada di Kota Semarang ini memiliki koleksi yang lengkap yaitu menyimpan puluhan ribu aneka ragam koleksi sejarah, mulai dari arkeologi, alam, kebudayaan dan pembangunan.

Koleksi-koleksi yang ada di Museum Ronggowarsito itu tersimpan rapih di empat gedung berlantai dua, yaitu Gedung A, Gedung B, Gedung C dan Gedung D.

Gedung A

Pada lantai pertama menyediakan bukti sejarah tentang alam dan isinya. Pada dinding-dinding museum terpajang berbagai macam lukisan bintang, galaksi dan berbagai macam planet.

Jenis batu alam juga banyak Anda jumpai di sana, seperti batu meteorit yang jatuh di Desa Mojogedang Karanganyar pada tahun 1984.

Lantai dua menceritakan mengenai sejarah zaman purba yang berisikan berbagai macam fosil bersejarah dan awetan binatang langka yang tersimpan di kotak kaca. Beberapa fosil manusia purba yang ada di sana adalah Pithecantropus Erectus dan Homo Sapiens. Sedangkan fosil binatang juga terdapat di sana, seperti babi hutan, burung dan kancil.

Gedung B

Lantai satu gedung ini berisikan barang-barang peninggalan kerajaan bercorak Hindu, Budha dan Islam. Pada ruangan ini juga terdapat miniatur tempat peribadatan semua agama yang ada di negeri ini.

Pada lantai dua, Anda dapat menikmati keindahan beraneka ragam motif batik se-Indonesia, terutama batik Solo dan Pekalongan. Selain itu, di ruangan ini terpajang juga beraneka ragam keramik buatan dalam negeri maupun luar negeri.

Gedung C

Lantai satu gedung ini berisikan berbagai macam senjata tradisional Indonesia, foto-foto dokumenter perjuangan dan diaroma perjuangan dalam meraih Kemerdekaan RI. Berbagai peristiwa pertempuran mulai dari Pertempuran Lima Hari di Semarang dan Palagan Ambarawa tersimpan dalam diaroma yang rapih.

Gedung D

Lantai pertama gedung ini terdapat bukti-bukti sejarah pembangunan di Indonesia di berbagai bidang, seperti: edukasi, ekonomi dan industri. Selain itu, di lantai ini juga Anda mengamati pembangunan non-fisik, seperti: politik, sosial dan budaya.

Lantai kedua ruangan ini berisikan ragam kekayaan kesenian di Indonesia, seperti: wayang, kuda lumping dan barongan.

Lokasi

Museum Ronggowarsito berlokasi di Jalan Abdul Rahman Saleh No.1, Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Berjarak 4 km dari Simpang Lima (pusat kota) arah ke barat dan berjarak 3 km dari Tugu Muda.

Jika Anda sedang berwisata ke Semarang selain ke Pantai Marina, Pasar Johar, Lawang Sewu dan Simpang Lima, sangat sayang jika Anda tidak meluangkan waktu ke museum ini karena lokasinya yang sangat terjangkau.

Rute Menuju Lokasi

Bagi Anda yang menggunakan jasa pesawat terbang, dari Bandara Ahmad Yani, Anda dapat naik taxi keluar mengikuti Jalan Bandara Jenderal Ahmad Yani dan menuju Jalan Abdul Rahman Saleh, kira-kira berjarak 1 km lebih sedikit.

Kalau Anda bingung di mana cek tiket pesawat ke Semarang, langsung saja mengakses indonesiaflight.id untuk informasi tiket termurah setiap hari. Tersedia pula bermacam promo tiket pesawat yang bisa Anda dapatkan di sana.

Jika Anda naik kereta api, turun di Stasiun Poncol lalu naik angkutan menuju ke arah Jakarta melalui Tugu Muda. Dan jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, juga akan semakin mudah untuk dijangkau karena Museum Ronggowarsito berada di lokasi perkotaan.

Waktu dan Tiket Masuk

Museum Ranggawarsita buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore. Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau. Pengunjung dewasa hanya perlu membayar Rp. 4000,- dan pengunjung anak-anak hanya dikenakan biaya Rp. 2000,- saja.

Itulah salah satu gambaran mengenai obyek wisata sekaligus sebagai tempat edukasi tentang sejarah yang paling lengkap di Semarang. Sehingga obyek wisata ini sangat cocok diperuntukkan bagi para siswa dan mahasiswa agar dapat mengamati secara langsung kehidupan masa lampau di negeri tercinta ini.* (/pic: semarangplus.com)

Written by Amin

Saya seorang Dosen, Konsultan, Peneliti dan Asesor. Selain sebagai Ketua Editor Jurnal Ilmiah, saya juga bergabung di asosiasi profesi: PII, ADGVI dan APTI.

This article has 1 comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *