Pengalaman Belajar Bahasa Di Kampung Inggris Pare Kediri

Kalian pasti sudah tahu atau pernah mendengar kampung inggris, bukan? Sekarang ini banyak dijumpai beberapa kampung inggris di beberapa daerah. Namun yang saya maksud disini adalah kampung inggris yang berada di Desa Tulungrejo Pare Kediri. Kampung inggris ini berjarak kurang lebih 30 km dari kota Kediri.

Kurang lebih satu tahun yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk belajar bahasa inggris di kampung inggris ini. Waktu itu saya sedang menyiapkan wawancara atau interview untuk mendapatkan beasiswa BUDI-LN (Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia-Luar Negeri). Interview BUDI-LN yang dijadwalkan di Yogyakarta itu akan dilakukan pada tiga minggu kedepan. Sehingga saya hanya memiliki waktu paling lama tiga minggu untuk belajar bahasa inggris di kampung inggris ini. Oleh karena itu saya pergunakan waktu sehemat mungkin agar dalam waktu singkat dapat berbahasa inggris dengan baik atau paling tidak ada peningkatan, hehe.

Sebenarnya saya sudah jauh-jauh hari bahkan tahun lalu ingin sekali belajar inggris di kampung inggris. Karena kesibukan mengajar dan penelitian akhirnya baru kali ini dapat terwujud.

Berikut saya akan memberikan informasi dan tips seputar belajar bahasa inggris di kampung inggris mulai dari cara menuju lokasi sampai dengan cara menjalani hidup di kampung inggris hingga obyek wisata terdekat.

Cara Menuju Lokasi Kampung Inggris

Sarana untuk menuju kampung iggris dapat dikatakan sangat mudah. Apabila kalian sudah berada di Stasiun Kediri tinggal mencari angkutan umum yang menuju ke Pare. Apabila kalian mengawali dari Kota Malang dapat menggunakan bus atau angkot yang menuju ke Kediri (semua angkutan dari Malang menuju Kediri pasti melewati Pare terlebih dahulu).

Mencari Kost di Kampung Inggris

Suasana kampung inggris layaknya lingkungan tempat kuliah yang begitu banyak tersedia warung dan tempat kost. Biasanya lembaga kursus yang ada di kampung inggris juga menyediakan asrama bagi yang menginginkan. Namun apabila kalian tidak cocok dengan asrama yang disediakan oleh lembaga kursus, kalian diperbolehkan untuk mencari kost di luar lembaga tersebut. Apabila kalian merasa kesulitan untuk mendapatkan kost yang sesuai menurut selera, kalian dapat memanfaatkan biro jasa untuk membantu mencarikan.

Mencari Tempat Kurus Di Kampung Inggris

Namanya saja kampung inggris, makanya di tempat ini banyak sekali lembaga kursus bahasa yang bertebaran. Lebih dari 100 lembaga kursus bahasa yang sudah beroperasi. Untuk menyeleksi memilih satu persatu pasti sangat melelahkan. Namun untuk mencari tempat kursus dapat kalian cek di online dengan menggunakan internet. Setelah mendapatkan tempat kursus yang cocok baru kalian datang ke kampung inggris ini.

Pada waktu itu saya menentukan pilihan sebagai tempat kursus di pada lembaga kursus Dynamic English Course Flamboyan Nine (DEC-FN) yang beralamat di Jl. Flamboyan No. 9 Tulungrejo, Pare, Kediri. Saya putuskan untuk kursus di DEC-FN ini karena lokasi yang berada dibagian pinggir kampung inggris sehingga suasana tenang dan nyaman untuk belajar sangat terjamin. Mungkin karena saya yang suka menyendiri kali ya, hahaha. Namun tentunya tidak hanya itu, lembaga kursus DEC-FN ini merupakan sebuah lembaga kursus bahasa inggris yang sudah cukup berpengalaman.

Meskipun Lembaga kursus bahasa inggris ini baru tercatat legalitasnya pada tanggal 4 September 2009 namun secara real lembaga yang didirikan oleh ustat Fahruddin Nur Fariz, S.Pd, M.Pd ini sudah malang melintang sejak Tahun 2000 yang lalu. Hingga kini, DEC-FN sudah memiliki 10 cabang yang tersebar di wilayah Indonesia yaitu Surabaya, Lampung, Krian, Menganti, Tangerang, Pagesangan Surabaya, Bekasi, Kendung Surabaya dan Banjarmasin.

Suasana Tempat Belajar Di Kampung Inggris

Kampung inggris memiliki lingkungan yang tenang dan nyaman sehingga sangat mendukung sebagai tempat menimba ilmu. Kalau di DEC-FN, karena yang memiliki lembaga adalah seorang ustat maka lingkungan kursus disetting dengan nuansa keislaman. Ada beberapa aturan yang harus ditepati oleh semua peserta kursus. Misalnya bagi yang belum menikah tidak diperkenankan untuk merokok. Apabila bertamu ke rumah yang berlawan jenis tidak dipernenankan untuk masuk ke dalam ruang kamar namun hanya diperbolehkan di luar kamar saja. Dan disela-sela kegiatan kursus juga diberikan sentuhan-sentuhan rohani yang sangat memotivasi peserta kursus.

English Speaking Area

Konon katanya semua warga yang ada di kampung inggris menggunakan bahasa inggris dalam berkomunikasi. Namun ternyata hal itu tidak semuanya benar. Ada lokasi tertentu yang memang memberlakukan english area dan ada juga yang memberikan kebebasan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi. Meskipun di DEC FN tidak memberlakukan English Area, saya berusaha menggunakan bahasa inggris apabila berkomunikasi dengan orang di sana baik dengan tutor maupun sesama peserta kursus.

Tempat Makanan Sehari-Hari Di Kampung Inggris

irhamfaridh.com

Mengenai tempat makan di kampung inggris, jangan khawatir. Kampung inggris banyak tersedia warung dan tempat makan yang memasang tarif sangat terjangkau. Salah satu tempat makan favorit di kampung inggris adalah Warung Ketan yang berada di pinggir sawah, wow keren, makan ketan sambil menikmati sanset.

Alat Transportasi Di Kampung Inggris

Alat transportasi utama di kampung inggris adalah sepeda onthel. Sepeda onthel ini biasanya dapat disewa dengan Rp.80.000 per bulan. Di kampung inggris tidak ada angkot jarak dekat dan ojek seperti di kota-kota lain. Sehingga dapat dikatakan udara di kampung inggris masih cukup segar.

Tempat Wisata Terdekat

Kampung inggris di Pare cukup kaya akan berbagai obyek wisata yang dapat kalian kunjungi sewaktu belajar bahasa inggris. Beberapa tempat wisata yang banyak dikunjungi adalah: Alun-Alun, Jatim Park, Gumul, Goa Lowo, Garuda Park, Kolam Renang Al-Fiil, Pantai Pasir Putih, Gunung Kelud, Gunung Klotok dan Batu Malang.

Demikian sedikit pengalaman saya  sewaktu belajar bahasa di kampung inggris Pare Kediri. Saya sangat berterimakasih pada owner Lembaga Kursus DECFC, Mr. Fahruddin Nur Fariz, S.Pd, M.Pd yang banyak memberikan bantuan pada saya selama di Pare. Tak lupa juga saya ucapkan terimakasih pada tentor favorit saya yaitu: Mr. Ali, Mr. Anam dan Mrs. Ayu yang setia menemani saya sewaktu di Pare.*

Written by Amin

Saya seorang Dosen, Konsultan, Peneliti dan Asesor. Selain sebagai Ketua Editor Jurnal Ilmiah, saya juga bergabung di asosiasi profesi: PII, ADGVI dan APTI.

This article has 1 comment

  1. Squline.com Reply

    Wah sepertinya menarik ya ke kampung inggris, pengen sih kesana sekali sekali. Kira – kira untuk total biaya disitu bisa di kalkulasikan tidak ?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *