by

5 Keunikan Kuliah Jaman Dulu

Dampak kemajuan teknologi kini semakin terasa, termasuk salah satunya adalah dalam hal perkuliahan. Kuliah pada jaman dulu dengan jaman now sudah jauh berbeda. Kuliah zaman dulu terkesan sangat sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat lulus. Salah satu penyebabnya kemungkinan adalah minimnya media pembelajaran yang tersedia pada waktu itu.

Apabila ditinjau pada masa sekarang, ternyata model perkuliahan pada jaman dulu itu terasa unik dan memiliki kesan yang mendalam terutama bagi yang pernah mengalaminya. Keunikan yang sulit dilupakan saat kuliah pada jaman dulu itu adalah:

  1. Media Pembelajaran

Anda kebayang nggak kalau kuliah jaman dulu belum menggunakan LCD Proyektor seperti saat ini. Untuk menampilkan file presentasi yang disampaikan oleh dosen, dulu menggunakan OHP atau Over Heat Proyektor. OHP ini sangat berbeda jauh dengan LCD Proyektor. Selain OHP masih bersifat konvensional dan jauh dari sistem digital, pengoperasian OHP dilakukan dengan cara mematikan power OFF dalam selang waktu tertentu (khawatir lampu OHP jadi putus).

OHP (/pic: wikipedia)

Selain itu, file yang mau ditampilkan di OHP tidak berupa MS Word, PPT, atau PDF – melainkan lembaran plastik mika yang ditulisi dengan menggunakan spidol permanen. Melalui lampu yang dipancarkan oleh OHP tersebut, tulisan yang ada di selembar plastik mika dapat ditangkap tembok.

Selain itu, papan tulis yang dipergunakan pada jaman dulu adalah berwarna hitam dengan kapur sebagai alat tulisnya. Berbeda dengan sekarang yang sudah menggunakan whiteboard dengan spidol sebagai alat tulisnya.

  1. Cara Pemberian Materi Kuliah

Mahasiswa jaman dulu sangat rajin sekali mencatat semua apa yang dijelaskan oleh dosennya. Bahkan semua apa yang ditulis dosen dipapan tulis ditulisnya tanpa ada yang tertinggal sedikit pun. Apabila dosen memiliki bahan kuliah berupa diktat atau modul, dengan segera untuk di foto copy dan disebarluaskan ke teman-temannya melalui komting kelas.

Sedangkan mahasiswa jaman now sudah jarang sekali untuk foto copy materi kuliah dari dosennya. Materi kuliah dari dosen sudah dalam bentuk digital yang dapat ditransfer ke flashdisk.

  1. Cara Mengerjakan Skripsi

Kuliah jaman dulu betul-betul membutuhkan pengorbanan yang sangat besar. Bayangkan saja, hanya untuk mendapatkan buku referensi yang dibutuhkan dalam membuat skripsi atau Tugas Akhir (TA), mereka harus rela untuk berkunjung ke perpustakaan perguruan tinggi lain yang dipandang lebih maju. Biasanya perguruan tinggi negerilah yang dijadikan incarannya.

Dulu sewaktu saya masih kuliah di Surakarta, teman-teman kuliah yang mengerjakan skripsi banyak yang pergi ke UGM, UNDIP, UNS hanya untuk mendapatkan buku referensi yang dibutuhkan untuk mengerjakan skripsi.

Berbeda dengan sekarang, untuk mendapatkan buku referensi dapat dilakukan dengan duduk manis di kursi dengan mengguakan laptop yang terhubung dengan jaringan internet.

  1. Cara Berkonsultasi dan Bimbingan Skripsi
/pic: me.me

Hanya untuk menemui dosen pembimbingnya saja kadangkala mahasiswa harus penuh kesabaran. Ketika mahasiswa datang ke kampus, dosennya tidak hadir. Demikian sebaliknya, ketika mahasiswa tidak datang ke kampus, e..malah dosennya datang. Oleh karena itu biasanya mahasiswa lebih menyukai menunggu dosen datang ke kampus meskipun seharian di kampus. Jika sampai sore dosennya tidak hadir maka besuknya dia akan berangkat lagi, demikian seterusnya hingga dapat ketemu dengaan dosen pembimbingnya.

Sekarang dengan adanya alat komunikasi yang semakin canggih, semuanya sudah dapat terselesaikan. Dengan menggunakan Smartphone, sekarang mahasiswa sudah tidak ada persoalan lagi dalam menemui dosennya.

  1. Kuliah Tidak Lulus-Lulus

Ciri khas kuliah jaman dulu yang terkesan di benak saya adalah tidak segera lulus. Mengulang mata kuliah berkali-kali pada jaman dulu adalah sebuah kewajaran. Berbeda dengan jaman now, mahasiswa jaman dulu terkesan sangat sabar dan pasrah, jika mata kuliah yang diambil kok ternyata tidak lulus ketika Yudisium, dengan ikhlas mereka akan mengambilnya lagi pada semester berikutnya. Jika tidak lulus lagi, akan diambil lagi, dan seterusnya. Inilah yang menyebabkan dapat dikatakan sebagai mahasiswa abadi.

Berbeda dengan mahasiswa sekarang yang lebih aktif dan memiliki semangat yang kuat dalam mendapatkan nilai yang terbaik. Sehingga mereka lebih cepat wisuda.

Bagi Anda yang kuliah sebelum tahun 2000 – termasuk saya sendiri – pasti mengalami keunikan model kuliah seperti di atas. Kalau saya malah merasa beruntung karena bisa merasakan keunikan kuliah yang mungkin tidak dapat dirasakan oleh mahasiswa jaman sekarang. Oleh karena itulah posting blog ini saya buat guna memberikan gambaran pada mahasiswa jaman now agar lebih giat dan bersemangat dalam kuliah. Semoga dengan posting ini dapat menjadi motivasi yang berharga bagi yang tengah menyelesaikan kuliah, terutama bagi mahasiswa-mahasiswa saya sendiri.* (/pic:wikipedia)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed