5+Tips Menulis Jurnal Ilmiah Terindeks SCOPUS dan Bereputasi Internasional dari Tole Sutikno

By On Thursday, January 11th, 2018 Categories : Ilmiah

Tole.ee.uad.ac.id

Jurnal ilmiah merupakan salah satu produk yang wajib dihasilkan oleh seorang peneliti, termasuk dosen. Namun dalam kenyataannya untuk membuat sebuah artikel yang berhasil diterbitkan di jurnal bukanlah hal yang mudah. Jika belum mengetahui tipsnya,  menerbitkan di Jurnal Nasional saja susahnya minta ampun, apalagi kalau jurnal itu bereputasi Internasional, seperti yang terindeks di SCOPUS, Thomson Reuters (Web of Science), EBSCO dan DOAJ.

Nzmun lain bagi Tole Sutikno, dosen Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ini. Lulus program doktor jurusan Teknik Elektro Universitas Teknologi Malaysia ini mampu menerbitkan 22 artikel jurnal terindeks di SCOPUS dalam waktu hanya setahun. Tidak hanya itu, dia juga mengelola tiga jurnal yang terindeks SCOPUS juga. Ketiga jurnal itu adalah: TELKOMNIKA (Telecommunication, Computing, Electronics and Control)-ISSN: 1693-6930, International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS)-ISSN:  2088-8694 dan Internationa Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE)-ISSN: 2088-8708.

Berdasarkan Science and Technology Index (SINTA), TELKOMNIKA mendapat peringkat pertama dalam Rangking Jurnal Bereputasi Internasional 2017 yang dikelola Perguruan Tinggi di Indonesia. Melalui jurnal internasional TELKOMNIKA, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mampu menyisihkan beberapa perguruan tinggi lain seperti ITB, UGM, Undip, UNS, UI, IPB, Unbraw, UIN Yogyakarta, UIN Jakarta, dan UIN Surabaya yang berada dalam peringkat setelahnya.

Prestasi yang sangat luar biasa ini menyebabkan Tole Sutikno kerap sekali diundang dalam seminar atau workshop di beberapa Perguruan Tinggi dengan topik terkait. Setelah saya saya mengikuti pelatihannya dan juga klinik penulisan jurnal internasional, dapatlah saya rangkum beberapa tips menulis jurnal dari Tole Sutikno dalam menembus jurnal bereputasi Internasional, yaitu:

  1. Ketahui Pangsa Pasar

Sebelum Anda menulis jurnal, hal pertama yang perlu Anda pikirkan adalah menentukan sasarannya, kepada siapa jurnal tersebut Anda tujukan. Penting untuk Anda ketahui terkait minat pembaca, ketahui apa-apa yang paling diminati oleh kebanyakan pembaca dan ketika Anda menulis – ingatlah calon pembacanya.

  1. A Good Manuscript

Pembuatan manuscript jurnal yang baik akan memudahkan pembaca dalam memahami isinya. Perlu Anda cermati dua hal penting agar pembuatan manuscript dapat optimal yaitu CONTENT dan PRESENTATION.

Content jurnal yang Anda buat perlu dipikirkan mengenai kemanfaatannya di masyarakat secara umum. Jika sudah memiliki kemanfaatan yang tinggi, tuliskan dalam bentuk narasi yang semenarik mungkin.

Supaya paper atau jurnal Anda mudah untuk dipahami isinya oleh audience, kondisikan penyampaian tulisan secara jelas dan dapat diterima akal sehat.

  1. Sering-Sering Berlatih Menulis Jurnal

Perlu Anda ketahui bahwa kemampuan menulis jurnal bukanlah dari bakat semata namun lebih mengarah ke skill. Skill dalam penulisan akan semakin terasah jika frekuensi penulisan semakin tinggi. Jadi tidak ada alasan ‘Bosan’ dalam menulis jurnal ilmiah ini. Menulis membutuhkan skill yang selalu terasah.

Apabila Anda sudah terbiasa dalam menulis jurnal maka akan semakin banyak paper Anda yang diterima di jurnal bereputasi. Selain itu, kesempatan mendapatkan ide-ide dalam menulis juga semakin terbuka.

  1. Buatah Tulisan yang Paling Mudah Menurut Anda

Paper yang published di jurnal Internasional bereputasi tidak selamanya terkait dengan teknologi canggih dan mutahir saja. Akan tetapi dengan melakukan inovasi-inovasi dalam aplikasi teknologi lamapun juga sangat berpeluang. Namun perlu Anda ketahui bahwa yang memiliki peluang tertinggi untuk published adalah yang pertama menulis tentang sesuatu, seperti kata-kata bijak dari Hermann Maurer ini.

Innovative application of older technologies is often “good enough”

You get a publication if you are the first to write about something.

  1. Buatlah Reviewer Tertarik dengan Paper Anda

Membuat tertarik pembaca paper adalah penting, namun membuat reviewer tertarik membaca paper Anda adalah jauh lebih penting, karena tidak ada yang membaca paper Anda lebih teliti dari reviewer.

Akan lebih menarik lagi jika paper yang Anda buat menggunakan referensi dari hasil penelitian reviewer (Ini mungkin lebih tepatnya hanya mengarah ke politis). Tapi tidak masalah asalkan benar-benar mendukung paper yang Anda buat tadi.

Most scientist regarded the new streamlined peer-review process as ‘quite an improvement’ (weirdscience.ca)

  1. Sejauh Mungkin Hindari Plagiarimse

Sebaik apapun karya ilmiah yang Anda tulis, jika hasil dari copy/paste karya orang lain pasti tidak akan mendapatkan apresiasi dari khalayak umum. Bahkan copy/paste dari hasil karya Anda sendiri yang sudah publsihpun masih dianggap plagiat. Maka dari itu, sebisa mungkin hindarilah tindakan yang merendahkan diri sendiri ini.

  1. Jangan Bosan untuk Mengoreksi Paper Anda

Keindahan tulisan tanpa kehilangan isi yang terkandung di paper Anda sangat membutuhkan adanya koreksi secara terus-menerus. Semakin sering Anda lakukan koreksi maka akan semakin berkualitas paper yang Anda buat.

Ternyata untuk membuahkan jurnal yang terindeks di SCOPUS atau bereputasi Internasional membutuhkan waktu yang cukup panjang jika belum berpengalaman. Namun pengalaman itu pasti akan Anda peroleh jika tidak bosan-bosannya menyempatkan diri untuk terus menulis. Namun ada juga yang menjadi kendala dalam menulis Jurnal Internasional, termasuk saya, yaitu minimnya penguasaan kosa kata dalam Bahasa Inggris. Oleh Tole Sutikno, hal ini dapat diatasi dengan memanfaatkan Google Translator.*

5+Tips Menulis Jurnal Ilmiah Terindeks SCOPUS dan Bereputasi Internasional dari Tole Sutikno | Amin | 4.5
Leave a Reply