7 Tips Membuat Proposal PKM Agar Lolos Seleksi

By On Wednesday, November 15th, 2017 Categories : Edukasi
Advertisement
advertisement

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan sebuah program bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi yang diperoleh di bangku kuliah dalam mengkaji, mengembangkan dan menerapkan IPTEK di masyarakat. Program yang disupport penuh oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ini dapat diikuti oleh semua mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi baik PTS maupun PTN.

Ini merupakan sebuah kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa karena ending dari kegiatan ini adalah PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). PIMNAS merupakan ajang paling bergengsi bagi mahasiswa di tingkat Nasional, karena pada even ini akan dilakukan kompetisi antar mahasiswa se-Indonesia dalam penguasaan dan penerapan IPTEK.

Tentunya, untuk bisa masuk ke PIMNAS, Anda harus melewati seleksi yang sangat ketat. Namun bukan hal yang mustahil jika Anda bersungguh-sungguh dalam berusaha. Sebenarnya untuk mendapatkan dana PKM itu tidak harus masuk ke PIMNAS. Jika Proposal PKM yang Anda buat bisa lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan, itu sudah merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa. Selain itu banyak juga dari mahasiswa yang melanjutkan PKM-nya menjadi tema skripsi atau tugas akhir.

Ironisnya, kebanyakan mahasiswa kurang begitu tertarik dengan program PKM ini. Alasannya bervariasi, namun kebanyakan dari mereka adalah belum terbiasa dalam menulis atau membuat proposal. Sedangkan pada tahap seleksi awal ini yang dievaluasi adalah proposalnya.

Pada dasarnya peluang diterimanya Proposal PKM Anda sangat dipengaruhi oleh besarnya kemanfaatan program yang akan Anda lakukan di masyarakat. Kemanfaatan ini dapat Anda tunjukkan dalam bentuk luaran hasil PKM. Namun demikian, sebelum diseleksi substansinya, terlebih dahulu Proposal PKM Anda akan dilihat administrasinya terlebih dahulu.

Seleksi administrasi meliputi penyusunan proposal yang mengacu pada Pedoman PKM, misalnya format penulisan, warna cover, ukuran kertas, berat kertas, dsb. Perlu Anda ketahui bahwa Pedoman PKM ini selalu di update setiap tahun, sehingga carilah Pedoman PKM yang terbaru.

Setelah lolos seleksi administrasi, barulah proposal Anda akan dilihat substansinya. Kedalaman substansi akan ditinjau dari kemanfaatannya di masyarakat, target luaran, kewajaran dalam penggunaan anggaran, dsb.

Berdasakan kedua jenis seleksi ini maka ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan agar proposal PKM Anda dapat lolos dan mendapatkan pendanaan dari Kemenristekdikti, yaitu:

  1. Kesesuaian Proposal dengan Format dan Aturan pada Panduan PKM

Pertamakali yang dilihat oleh reviewer adalah pada bagian ini, yaitu bagaimana bentuk fisik proposal yang Anda tampilkan. Selain proposal Anda buat menurut aturan yang ada di Pedoman PKM yang terbaru, ada baiknya proposal yang Anda buat itu Anda kemas dengan semenarik mungkin.

Format penulisan ini misalnya: jenis dan ukuran font, besar spasi, batas margin, ukuran kertas, dsb. Sedangkan aturan-aturan dalam pembuatan proposal seperti halaman pengesahan yang harus ditandatangani oleh pihak-pihak yang disarankan oleh proposal, tim pelaksana memiliki kualifikasi yang mendukung program yang Anda ajukan, biodata tim pelaksana harus ditandatangani oleh yang bersangkutan, dsb.

Sebaik apapun substansi proposal yang Anda buat jika tidak lolos pada tahap ini maka proposal Anda pasti tidak akan lolos. Namun biasanya bagi yang belum banyak pengalaman dalam membuat proposal, tahap ini kurang diperhatikan. Sebenannya tahap ini adalah tahap penentu untuk maju ke tahap berikutnya. Jadi, harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Perlu juga Anda ketahui bahwa PKM itu terdiri dari dalam 5 bidang yaitu, PKM-P (Penelitian), PKM-T (Penerapan Teknologi), PKM-K (Kewirausahaan) , PKM-M (Pengabdian Masyarakat), PKM-KC (Karsa Cipta). Sedangkan bidang tambahan yang lain adalah PKM-AI (Artikel Ilmiah) dan PKM-GT (Gagasan Tertulis). Anda dalam menuliskan jenis bidang harus sesuai dengan isi proposal yang Anda buat.

  1. Tujuan dan Sasaran Proposal Jelas dan Nyata

Mulai dari judul proposal, latar belakang, perumusan masalah, tinjauan pustaka, metode pelaksanaan program dan target luaran sebaiknya menunjukkan keterkaitan yang jelas agar proposal yang Anda buat itu dapat ditarik benang merahnya. Usahakan reviewer dapat menemukan benang merah ini dengan cepat.

Gunakan kalimat yang singkat, padat namun berbobot. Kalimat yang panjang dan mbulet-mbulet biasanya sulit untuk menangkap apa yang dimaksud.

  1. Gunakan Bahasa Baku dan Mudah dipahami

Sebagus apapun proposal yang Anda buat jika tidak dapat meyakinkan reviewer maka akan ditolak juga. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh orang lain. Ada baiknya setelah proposal Anda buat, mintalah teman Anda untuk membacanya. Setelah itu mintalah saran dan mengomentari proposal Anda. Penggunaan kata-kata baku dalam membuat proposal ini juga penting untuk Anda perhatikan.

  1. Jelas-Jelas Bermanfaat Bagi Masyarakat

Negara kita adalah negara berkembang yang masih banyak membutuhkan IPTEK yang siap diaplikasikan di masyarakat secara langsung. Sehingga apa yang dapat dirasakan oleh masyarakat itulah yang akan diperhitungkan.

Berbeda jika negara kita adalah negara yang sudah maju. Kalau negara maju kemanfaatan hasil penelitian itu boleh tidak langsung berguna bagi masyarakat secara langsung. Bisa saja mungkin untuk beberapa puluh tahun kedepan baru terasa kemanfaatannya karena dana risetnya yang melimpah.

Bagi negara yang berkembang tentunya lebih mengutamakan prioritas kemanfaatannya di masyarakat terlebih duhulu dari pada kecanggihan teknologinya. Sehingga janganlah memilih tema yang muluk-muluk namun sangat sedikit masyarakat yang menggunakannya.

  1. Sesuaikan Target Luaran dengan Biaya

Rancangan anggaran adalah salah satu komponen yang harus Anda buat dalam proposal PKM. Dalam membuat rencana anggaran, sebaiknya Anda rinci secara realistis. Jangan terkesan meng ada-ada.

Bagi pemula biasanya merasa kesulitan untuk menguraikan penggunaan dana ini. Sehingga dana yang ditawarkan masih tersisa banyak. Oleh karena itu Anda dituntut untuk menguasai semua kegiatan yang akan Anda lakukan secara detail mulai dari pembelian barang, akomodasi perjalanan dan peralatan-peralatan pendukung yang lain.

  1. Personalia Tim Pelaksana yang Kompeten di Bidangnya

Sebenarnya PKM itu untuk mencari ide-ide kreatif dari mahasiswa. ide kreatif ini tidak harus sesuatu yang baru dan belum ada di pasaran namun dapat Anda lakukan dengan cara ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Mungkin dengan cara ATM inilah akan lebih mudah untuk menemukan ide kreatif yang jelas-jelas bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Ide-ide kreatif itu akan percuma jika tidak didukung dengan kompetensi tim pelaksana. Misalnya Anda ingin membantu menyelesaikan persoalan bagi petani dalam mengeringkan jagung pada musim penghujan dengan membuatkan alat pengering jagung. Anda dapat menggandeng teman Anda dari prodi Teknik Mesin untuk membuatnya. Sedangkan untuk manajemen keuangannya dapat mengandeng teman yang lain dari Fakultas Ekonomi.

Dengan mengkolaborasikan antar bidang keilmuan dalam membuat proposal PKM ini dapat memberikan nilai tambah tersendiri.

  1. Kerjasama Tim yang Solid

PKM yang Anda ajukan harus terdiri dari ketua dan anggota. Antara tim pelaksana dalam pelaksanaan program ini harus Anda tunjukkan kesulitannya di dalam proposal. Setiap tim pelaksana memiliki tugas dan tanggung jawab sendiri yang tidak sama. Itulah tadi kenapa dalam setiap tim pelaksana program harus berlatar belakang keilmuan yang berbeda.

Itulah beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan agar Proposal PKM Anda dapat lolos dan mendapatkan dana dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Apabila tahun ini Anda belum berhasil, cobalah untuk mengajukan lagi pada tahun depan jika masih ada kesempatan. Pengalaman dan jam terbang dalam membuat proposal yang baik sangat dibutuhkan dalam hal ini. Jadi teruslah berusaha, jangan menyerah. Semangat…semangat…semangat!!!. Selamat berinovasi.*

Advertisement
advertisement
7 Tips Membuat Proposal PKM Agar Lolos Seleksi | Amin | 4.5
Leave a Reply