Kenali 7 Hal Ini Sebelum Membeli Motor Bekas

By On Sunday, April 9th, 2017 Categories : Otomotif
Advertisement
advertisement

Tak selamanya seseorang membeli motor dalam kondisi baru atau reyen. Dengan berbagai pertimbangan kadangkala membeli motor bekas adalah menjadi pilihan yang terbaik dengan berbagai alasan terutama dalam penghematan uang. Namun tak selamanya hal ini dapat dilakukan oleh semua orang. Ada juga orang yang tidak memiliki keberanian untuk membeli barang-barang dalam kondisi bekas.

Alasan yang masuk akal adalah takut mendapatkan barang yang tidak sesuai dengan harga yang telah dikeluarkan sehingga menyebabkan kekecewaan. Oleh karena itu setiap membeli kendaraan diputuskan untuk membeli kendaraan dalam kondisi baru (reyen) yang tidak banyak membutuhkan pertimbangan. Maka dari itulah perlu sekali dibutuhkan pengetahuan tentang beberapa hal yang perlu dilakukan pengecekan pada kendaraan bermotor sebelum Anda memutuskan untuk membelinya.

Tak perlu khawatir, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengecek motor yang Anda incar, yaitu:

  1. Pengecekan Bodi Motor

Pengecekan bodi kendaraan adalah tahapan yang paling awal sebaiknya Anda lakukan mengingat kebanyakan tahun kendaraan dapat diperkirakan dari kondisi bodi-nya. Selain itu, dengan mengetahui kondisi fisik bodi kendaraan juga dapat untuk memperkirakan sejauh mana perawatan yang sudah dilakukan pada kendaraan tersebut. Apabila kondisi bodi kendaraan tersebut sudah meyakinkan maka bagian yang lain biasanya akan mengikuti. Namun tidak selamanya demikian sehingga perlu dilakukan pengecekan pada bagian yang lain.

Beberapa hal yang perlu dicermati pada tahapan ini adalah kondisi bodi kendaraan terhadap bekas baret-baret. Apabila kendaraan tersebut sudah mengalami pengecatan ulang maka perlu diketahui ketebalan dari cat tersebut. Cara yang paling mudah adalah dengan memberikan pukulan kecil secara berulang-ulang pada bodi kendaraan dan merasakan lewat pendengaran.

  1. Pengecekan Suara Mesin

Pengecekan suara mesin dapat dilakukan dengan menghidupkan mesin kendaraan tanpa dijalankan atau dikendarai. Tujuan menghidupkan mesin adalah untuk didengarkan suaranya. Suara mesin yang normal adalah teratur dan tidak kasar. Namun juga perlu Anda ketahui bahwa mesin kendaraan dengan volume silinder (cc) lebih besar akan memiliki suara yang agak kasar dibanding dengan kendaraan ber-cc kecil.

  1. Pengecekan Kondisi Mesin

Kondisi mesin kendaraan bermotor dapat di cek dengan cara menghidupkan mesin kendaraan untuk diamati kualitas gas buang yang dikeluarkannya. Apabila kondisi mesin masih normal maka gas buang akan tidak berwarna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pembakaran bahan bakar masih sempurna. Sedangkan untuk mesin 2 tak yang menggunakan oli samping masih dianggap normal walaupun terdapat kepulan asap berwarna putih pada gas buang karena kepulan asap berwarna putih itu adalah hasil pembakaran dari oli samping tersebut. Namun apabila kepulan asap itu berwarna hitam maka kondisi mesin sudah tidak normal. Oli mesin sudah masuk ke ruang bakar sehingga sudah saatnya untuk di servis besar.

Ada juga cara lain yang lebih simpel untuk mengetahui kondisi mesin bermotor yaitu dengan mengamati kondisi knalpot dan tidak perlu menghidupkan mesin. Apabila knalpot dalam keadaan basah (terdapat bekas oli) itu menandakan kondisi mesin sudah tidak normal (untuk mesin 4 tak). Apabila hal ini terjadi di mesin 2 tak maka tidak akan menjadi masalah.

  1. Pengecekan Sasis Kendaraan

Sasis kendaraan bermotor yang masih standar adalah simetris, artinya semua komponen dari roda ban depan hingga belakang masih terlihat lurus. Hal ini dapat Anda lakukan dengan menstandarkan motor dengan standar tengah dan meluruskan setang motor. Apabila posisi ban depan dan belakang tidak sejajar lagi maka kemungkinan motor sudah pernah tabrakan atau jatuh.

  1. Pengecekan Fungsi Panel Kendaraan

Fungsi panel kendaraan yang perlu dicek adalah lampu utama (depan dan belakang), lampu rem, lampu kota, lampu sein dan lampu-lampu indikator yang ada di spidometer.

  1. Pengecekan Test Jalan

Test jalan diperlukan guna memastikan kenyamanan motor ketika dikendarai. Selain itu, dengan test jalan dapat untuk mengetahui kondisi kopling, transmisi, rantai dan CVT (bagi motor matik).

  1. Pengecekan Kelengkapan Surat-Surat Kendaraan

Kelengkapan dan keabsahan surat-surat kendaraan bermotor adalah tahapan terakhir pengecekan setelah semua kondisi kendaraan benar-benar sudah Anda anggap baik. Surat-surat tersebut adalah BPKB, STNK, Buku Panduan Perawatan Kendaraan dan Buku Servis (apabila masih ada).

Setelah ke tujuh tahapan pengecekan sudah Anda lakukan dan hasilnya memuaskan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan harga untuk pembelian. Pembelian yang dapat dilakukan dengan cara cash atau kredit menurut kesepakatan yang ditentukan.*

(/pic:modifikasininjaterbaru.blogspot.com)

Advertisement
advertisement
Kenali 7 Hal Ini Sebelum Membeli Motor Bekas | Amin | 4.5
Leave a Reply