by

3 Langkah Membuat Proposal Penelitian yang Baik dan Benar

-Ilmiah-510 views

Kunci utama mendapatkan dana penelitian adalah di proposal. Proposal yang benar dan menarik sudah pasti memiliki peluang lolos semakin banyak. Namun bukan berarti setiap proposal penelitian yang baik, menarik dan ide penelitian yang unik dapat dipastikan lolos kalau tidak disusun dengan cara yang benar.

ARTI PENTING SEBUAH PROPOSAL PENELITIAN

Proposal penelitian merupakan satu-satunya pintu gerbang didanainya usulan penelitian Anda. Kalau jamannya masih ada paparan atau presentasi, penilaian proposal bisa terbantu dari hasil presentasi. Namun sekarang presentasi semakin dikurangi sehingga apa yang tertulis di dalam proposal itulah satu-satunya yang menjadi bahan pertimbangan reviewer.

BACA JUGA: 9 Alasan Proposal Anda Ditolak

Mengadopsi tips dari Dr. Muhtadi, M.Si dalam kegiatan workshop ‘Peluang dan Strategi Meraih Dana Penelitian Hibah Kompetitif DRPM Kemenristek Dikti’ yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Semarang pekan lalu dalam membidik dana penelitian yaitu dengan TSR (TEKNIS, SUBSTANSI DAN REALISTIS).

Peneliti dan dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut menuturkan bahwa pembuatan proposal penelitian dengan menggunakan TSR diyakini mampu mengahsilkan proposal yang unggul dan bermutu.

Unggul artinya mampu bersaing dan berada diatas rata-rata. Sedangkan bermutu cenderung merujuk ke kualitas proposal yang dihasilkan.

BACA JUGA : 6 Sumber Ide Memulai Menulis Proposal Penelitian

3 CARA MEMBUAT PROPOSAL YANG BAIK DAN BENAR

1. TEKNIS

Proposal harus memenuhi semua hal-hal teknis atau format yang tercantum di Buku Panduan. Tak hanya hal-hal yang Anda rasa penting saja, namun meliputi semua hal. Anggap saja semua hal itu sangat penting sehingga Anda selalu memperhatikan segala hal hingga detail.

Intinya semua yang disyaratkan di buku panduan Anda ikuti tanpa ada yang terlewatkan (terabaikan) sama sekali.

Sebagai contoh dalam menuliskan kata dalam setiap bab tidak boleh melebihi jumlah kata yang sudah ditentukan. Kalau di bagian rangkuman disediakan 500 kata ya jangan sampai lebih dari 500 kata.

Pada tahap ini, kualitas substansi proposal belum dilihat karena belum masuk di meja reviewer. Sebagus apapun proposal yang Anda buat kalau tidak lolos di tahap ini maka akan percuma karena proposal tidak bisa lanjut ke tahap berikutnya, yaitu penilaian substansi.

2. SUBSTANSI

Setelah dinyatakan lolos tahap teknis, barulah proposal akan dilihat substansinya. Substansi lebih mengarah pada kesesuaian proposal dengan permintaan masing-masing jenis SKIM penelitian.

  • Penelitian Dosen Pemula diperuntukkan bagi yang latihan meneliti.
  • Penelitian Kerjasama Peguruan Tinggi (PKPT) untuk pemagangan peneliti.
  • Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (PDUPT) untuk pertanyaan mendasar bagi penelitian selanjutnya. PDUPT ini hanya sebatas teori tanpa dibutuhkan aplikasi.
  • Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) harus menghasilkan produk, model atau sistem yang dipatenkan (memiliki HKI/Hak Kekayaan Intelektual). Hal penting yang perlu Anda perhatikan dalam pengajuan proposal PTUPT adalah novelty atau kebaruhannya.
  • Penelitian Hibah Pascasarjana untuk percepatan program pasca menghasilkan Tesis dan Disertasi. Sehingga tim pengusulnya harus ada yang masih berstatus mahasiswa S2 atau S3.

3. REALISTIS

Setelah dinyatakan lolos tahap teknis dan substansi, proposal akan diuji realitisnya. Mudahnya, proposal Anda akan diuji kelayakannya. Memungkinkan apa tidak jika proposal tersebut dijalankan.

Beberapa hal yang akan diuji terkait dengan realitas adalah : target luaran, jadwa dan biaya. Ketiga komponen itu harus benar-benar realistis. Namun setiap SKIM memiliki sasaran yang tidak dapat disamakan.

Misalnya untuk target luaran wajib untuk PTUPT adalah HKI. Sedangkan luaran tambahannya adalah publikasi di jurnal nasional atau internasional, seminar dan proceding, buku ber ISBN, buku teks atau referensi dan lain sebagainya.

Pengaturan jadwal penelitian juga harus realistis. Selain lengkap dalam penahapan setiap tahun juga tidak mengada-ada dalam penyusunannya.

Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang realistis adalah yang jelas alokasinya. Misalnya di metodologi akan meneliti tentang penghemat bahan bakar kendaraan bermotor, jangan sampai RAB-nya dialokasikan dana untuk pembelian pakan ternak. Nggak nyambung bukan.

TIPS & TRIK

Bagaimanapun reviewer adalah seorang manusia yang memiliki perasaan seperti manusia lainnya. Selain memperhitungkan Metode TSR dalam menyusun proposal, alangkah baiknya Anda juga memperhatikan tampilan proposal. Proposal yang disusun dengan tata bahasa yang baik dan enak dipahami pasti dapat memikat hati reviewer. Apalagi dengan dukungan tampilan tabel dan gambar yang menarik.

Ada baiknya juga pada kalimat-kalimat penting yang perlu mendapatkan penekanan, Anda dapat mencetaknya tebal (bolt) atau dengan menggunakan garis bawah (underline).

Setelah proposal penelitian sudah Anda buat dengan baik dan benar, jangan lupa untuk selalu berdo’a dan berdo’a. Semoga proposal lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan penelitian.*

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.