by

Macam-macam Alat Ukur Panjang dan Fungsinya

-Ilmiah-40 views

Pengenalan berbagai macam alat ukur panjang dan fungsinya sangat penting bagi Anda yang bekerja atau tengah belajar tentang proses manufaktur yang berkaitan dengan pengukuran. Bagaimana mungkin seorang mekanik mampu membuat sebuah produk tanpa menguasai alat ukur.

Alat ukur panjang tidak hanya meteran saja, namun masih banyak sekali macammnya. Selain itu cara penggunaannyapun juga berlainan.

Bagi Anda yang akan terjun di dunia Teknik yang berkaitan dengan proses manufaktur sangat penting untuk membekali dengan pengetahuan berbagai macam alat-alat ukur panjang atau geometri.

Posting ini merupakan penjelasan materi kuliah pada pokok bahasan ALAT UKUR GEOMETRI pada mata kuliah Proses Manufaktur 1.

MACAM-MACAM ALAT UKUR PANJANG (GEOMETRI)

Macam-macam alat ukur Panjang banyak sekali ragamnya. Beberapa alat ukur Panjang yang sering digunakan di industri, terutama industry manufaktur adalah sebagai berikut:

1. BLOK UKUR

Alat ukur ini mirip dengan fuller gauge. Fuller gauge yang sering kali kita temui di bengkel-bengkel kendaraan bermotor digunakan untuk mengukur celah (clearance) dari busi, katup dan platina pada kendaraan konvensional. Sedangkan blok ukur digunakan untuk mengukur celah atau panjang yang lebih besar dari fuller gauge.

Sebagai alat ukur pembanding, blok ukur memiliki prinsip kerja yang sama dengan fuller gauge, yaitu dengan menggabungkan beberapa plat blok ukur untuk membentuk satuan panjang yang diinginkan sebagai alat pembanding.

Ukuran blok yang tersedia di blok ukur adalah: perseribuan (…/1000), perseratusan (…/100), persepuluhan (…/10) dan satuan. Lebih jelasnya simaklah pengelompokan blok ukur menurut ketersediaannya, yaitu:

  • 3 blok : 0,5; 1,00; 1,0005 mm
  • 9 blok dengan imbuhan sebesar 0,001 mm (Perseribu) mulai dari 1,001hingga 1,009
  • 49 blok dengan imbuhan sebesar 0,01 mm (Perseratus) mulai dari 1,01 hingga 1,49 mm
  • 17 blok dengan imbuhan sebesar 0,5 mm mulai (Persepuluh) dari 1,5 hingga 9,5 mm
  • 10 blok dengan imbuhan sebesar 10 mm mulai (Puluhan) dari 10 hingga 100 mm.

Cara Menyusun menjadi sebuah alat pembanding yaitu dengan menentukan plat yang paling tipis terlebih dahulu, misalnya perseribuan. Setelah itu diiukuti dengan plat yang lebih besar, yaitu perseratusan, lalu persepuluhan dan satuan.

Sebagai contoh misalnya Anda akan menyusun blok ukur dengan ukuran 91,658 mm. Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan adalah:

  1. Memilih blok perseribuan (1,008) untuk mengurangkan 91,658 mm. hasil pengurangannya adalah 90,65 mm.
  2. Setelah itu ambil blok perseratusan (1,45) untuk mengurangkan 90,65. Hasilnya adalah 89,2 mm.
  3. Langkah terakhir yaitu dengan mengambil blok persepuluhan (1,2) untuk mengurangkan 89,2 mm. hasilnya adalah (88) mm.

Jadi blok ukur yang perlu Anda persiapkan adalah 1,008 + 1,45 + 1,2 + 88 = 91,658 mm.

Perlu Anda ketahui bahwa untuk menentukan ukuran blok ukur dapat menggunakan cara yang berlaian. Seperti uraian di posting ini yang berbeda dengan yang ada di PPT materi kuliah Proses Manufaktur tentang Alat Ukur Geometri.

2. VERNIER KALIPER

Vernier kaliper merupakan sebuah alat ukur untuk mengukur panjang dan kedalaman dari sebuah benda.

Alat ukur yang sering juga disebut dengan jangka sorong ini memiliki konstruksi sebagai berikut:

  1. Bilah Utama, yang dibagi dalam milimeter.
  2. Bilah Pembantu, yang dibagi 100. Seratus garis pada bilah pembantu sama dengan 49 milimeter pada bilah utama.
Jangka sorong

Contoh 1:

  • Skala Utama      = 19 mm
  • Vernier               = 0,95 mm

Jadi nilai ukuran pada pembacaan vernier kaliper pada Gambar No. 1 adalah = 19,95 mm

Contoh 2:

  • Skala Utama      = 20 mm
  • Vernier               = 0,90 mm

Jadi nilai ukuran pada pembacaan vernier kaliper pada Gambar No. 2 adalah = 20,90 mm.

3. MIKROMETER

Hampir sama dengan vernier kaliper, alat ukur Panjang ini memiliki dua bagian konstruksi yaitu:

  1. Skrup Pemutar, memiliki skala bernilai o,01 mm hingga pada 50.
  2. Skala Linier, memiliki skala 1 mm untuk bagian bawah dan 0,5 mm untuk bagian atas.

Contoh:

Micrometer

Nilai ukuran dari pembacaan skala mikrometer pada gambar adalah:

  • Skala utama  = 10 x 1, 00 mm = 10, 00 mm
  • Skala minor   = 1 x 0, 50 mm    = 0, 50  mm
  • Skala pemutar = 16 x 0,01 mm  = 0,16  mm

Jadi nilai ukuran pada pembacaan micrometer pada gambar adalah = 10, 66  mm

ALAT UKUR PEMBANDING (SUKAT)

Sukat termasuk dalam alat ukur pembanding. Bedanya dengan alat ukur Panjang seperti blok ukur, vernier kaliper (jangka sorong) dan micrometer, sukat memiliki bentuk dan ukuran yang tetap.

Kalau alat ukur Panjang bisa distel dengan berbagai variasi ukuran. Sedangkan kalau sukat tidak bisa disetting karena sudah memiliki ukuran tertentu.

Prinsip kerjanya yaitu dengan membandingkan alat ukur dengan benda yang akan diukur. Hasil pengukuran tidak berupa hitungan angka melainkan bersifat keputusan, GO dan NOT GO.

Apabila hasil pembandingan sesuai dengan spesifikasi maka hasil produk bisa dipergunakan atau GO. Namun sebaliknya maka NOT GO. Artinya hasil produk tidak sesuai dengan spesifikasi dan dianggap reject (tidak terpakai).

Beberapa jenis sukat adalah:

1. Sukat Snap

Sukat snap hanya bisa digunakan untuk mengukur Panjang dari bagian luar sebuah benda. Sukat ini berbentuk U.

2. Sukat Lubang

Sesuai dengan Namanya, sukat ini berguna untuk mengontrol ukuran lubang saja.

Sukat lubang tidak hanya berbentuk lobang lingkaran saja, namun cukup banyak variasinya, seperti sukat ring, sukat tirus, sukat ulir dan sukat tebal. Berbagai macam sukat tersebut hanya bisa dipergunakan sesuai dengan bentuk produk yang akan Anda ukur.

3. Sukat Pneumatik

Sukat pneumatic memiliki cara kerja yang berlainan dengan sukat sebelumnya. Sukat Snap dan Sukat Lubang menggunakan perasaan Ketika melakukan pengukuran sehingga hasilnya tidak bisa terukur.

Berbeda dengan Sukat Pneumatic seperti ini. Sukat ini memanfaatkan tenaga pneumatic atau angin dari kompresor guna mendeteksi ukuran kelonggaran dari pengukuran. Tenaga pneumatic yang terhubung dengan sukat terkoneksi dengan skala ball (gotri).

Apabila besar celah antara benda dengan alat ukur sangat sedikit maka aliran angin yang di kompres akan mengalami penurunan. Akibatnya gotri yang ada di skala ukur akan turun.

Demikian juga sebaliknya, apabila celah benda dan alat ukur terlalu lebar maka aliran angin kompresor akan lebih cepat sehingga dapat meningkatkan skala pada gotri.

4. Sukat Elektronik

Lain lagi dengan sukat manual dan pnemumatic, sukat elektronik bekerja dengan bantuan listik.

Salah satu contoh sukat elektronik adalah Strain Gauge atau alat ukur regangan. Alat ukur ini berbentuk kawat yang memiliki resistensi terhadap arus listrik.

Kawat ini dilekatkan pada benda yang mau diukur regangannya (pertambahan panjangnya). Ketika benda mengalami pertambahan Panjang, maka kawat juga akan mengalami pertambahan Panjang. Apabila kawat tersebut beraliran arus listrik maka akan terjadi perubahan arus listrik.

Masih banyak lagi jenis alat ukur Panjang atau geometri baik yang terbaca secara langsung maupun sebagai pembanding. Silahkan Anda bisa mencari tambahan informasi sendiri untuk melengkapinya.*

Referensi:

  • Groover M.P, 2010, Fundamentals of Modern Manufacturing (Material, Processes and System), Jhon Wiley & Sons
  • Amstead B.H, Ostwald P. F and Begeman M. L, 1987, Manufacturing Processes, John Wiley & Sons

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.