Yuk Nikmati Wisata Air Pemandian Umbul Pluneng Klaten

By On Friday, June 30th, 2017 Categories : Travelling
Advertisement
advertisement

Akhir-akhir ini wisata air menjadi trand untuk dikunjungi oleh kebanyakan orang mulai dari anak-anak hingga dewasa. Seiring dengan berkembangnya teknologi, mulai banyak bermunculan tempat-tempat wisata air buatan. Namun demikian wisata air alami memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi Anda yang mengagumi keaslian alam.

Terdapat banyak lokasi wisata air alami di daerah Klaten, salah satunya adalah Pemandian Alam Pluneng yang berada di desa wisata Pluneng, tepatnya di Desa Tempel, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Konon pemandian ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan bertahan hingga saat ini.

KEISTIMEWAAN AIR UMBUL PLUNENG

Berdasarkan penuturan dari salah satu warga setempat bahwa Pluneng berasal dari singkatan Plung (: nyemplung) artinya masuk dalam air dan Neng (: seneng) artinya senang. Jadi, nyemplung seneng. Artinya kurang lebih adalah dengan mandi di kolam pemandian ini akan diperoleh kesenangan dan kenyamanan.

Kolam Renang di Pemandian Umbul Pluneng

Saya merasakan ketika mandi di sana adalah juga demikian, saya merasa air di pemandian ini sangat jernih dan segar meskipun banyak pengunjung yang mandi di sana. Menurut mattanews.com bahwa air umbul Pluneng dipercaya memiliki kandungan mineral yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa air Pluneng memiliki PH 7 dan TDS 100, sehingga secara ilmiah air umbul Pluneng layak di konsumsi, bahkan banyak warga yang minum air umbul Pluneng tanpa harus direbus terlebih dahulu.

DUA LOKASI PEMANDIAN

Pemandian umbul Pluneng memiliki dua lokasi pemandian yang saling berjauhan dengan jarak kira-kira 100 m yaitu Umbul Tirto Mulyana dan Umbul Tirto Mulyani. Oleh masyarakat setempat Umbul Tiro Mulyana (Umbul Tirto Mulyono) ini sering disebut dengan Umbul Lanang atau Umbul Gedhe sedangkan Umbul Tirto Mulyani dikenal dengan Umbul Wedok.

Menurut Dutawisata.co.id bahwa pemisahan pemandian untuk laki-laki di Tirto Mulyono dan perempuan di Tirto Mulyani ini berawal atas perintah Paku Buwono X pada waktu itu. Namun sekarang ini kenyataannya sudah tidak dibedakan lagi. Baik perempuan maupun laki-laki diperbolehkan mandi di kedua umbul tersebut. Penamaan Umbul Lanang dan Wedok sekarang ini hanya sebagai sebutan umbul saja dan bukan diperuntukkan bagi jenis kelamin yang akan mandi.

UMBUL TIRTO MULYANI

Umbul Tirto Mulyani memiliki luas area kira-kira 400 meter persegi yang terbagi menjadi dua bagian. Satu kolam dengan kedalaman maksimal satu meter yang digunakan untuk berenang dan bermain-main. Sedangkan satu kolam lagi sebagai tempat mencuci baju atau gerabah bagi warga setempat.

Pemandian Umbul Pluneng (Tampak Depan) (Sekarang)

Antara kedua bagian kolam tersebut dipisahkan dengan Patung Budha yang cukup besar yang berada di tengah pemandian. Pada awalnya Patung Budha itu tampak jelas sebagai pembatas kedua pemandian, namun sekarang ini pada pembatas pemandian tersebut telah dibangun tempat ganti baju sehingga patung tersebut sudah  tidak tampak dari arah belakang pemandian.

Pemandian Umbul Pluneng (Dulu) (Dutawisata.co.id)

Pada bagian depan Umbul Tirto Mulyani ini banyak terdapat arca-arca sebagai bukti peninggalan sejarah. Meskipun tidak tercatat di buku-buku sejarah, ada yang meyakini kalau tempat ini pernah disinggahi kaum kerajaan.

Dinding-dinding yang melingkupi pemandian di umbul ini masih tersusun dari bebatuan dengan dasar kolam berupa pasir putih sehingga benar-benar mencerminkan bentuk yang masih alami. Pemandangan ini dapat Anda nikmati dengan jelas karena air di umbul ini selalu jernih meskipun banyak yang mandi di sana.

UMBUL TIRTO MULYANA

Umbul Tirto Mulyana memiliki luas 700 meter persegi yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: sebuah kolam dengan kedalaman 1 meter untuk anak-anak, 2 meter untuk remaja dan 2,5 meter untuk dewasa dan yang sudah mahir berenang. Sama halnya dengan Umbul Tirto Mulyani, pemandian ini juga memiliki air yang selalu jernih sehingga tampak dasar kolam dengan jelas.

Yang membedakan dengan Umbul Tirto Mulyani adalah pemandian ini sudah lebih banyak tersentuh teknologi modern, seperti dinding pemandian sudah berkeramik dan terdapat fasilitas buatan yang lebih komplit. Oleh karena itu kedepan umbul ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata air dan kolam renang.

TRADISI

Pemandian Umbul Pluneng yang terkenal dengan pemandian umum murah ini memiliki tradisi unik yaitu Tradisi Kotekan atau Ciblon yang diyakini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas air melimpah yang tersedia di Pluneng. Selain itu pada saat menjelang bulan Ramadhan, pemandian ini juga banyak dipadati oleh pengunjung sebagai tempat padusan untuk membersihkan diri yang diyakini olehnya.

Tradisi Kotekan dalam Air oleh Ibu-Ibu Warga Pluneng (mattanews.com)

HAL YANG MENARIK DARI UMBUL PLUNENG

Kesan pertama saat saya mengunjungi Umbul Pluneng adalah airnya yang jernih dan segar. Kemungkinan sumber mata air yang besar dan terdapat di beberapa lokasi pemandian inilah yang menyebabkan air Pluneng tetap jernih walaupun banyak pengunjung yang mandi di sana.

Kejernihan air umbul Pluneng dapat mencapai dasar kolam sehingga Anda dapat melihat segerombolan ikan-ikan kecil yang sedang menyelam di sana.

RUTE MENUJU PLUNENG

Lokasi Pemandian Umbul Pluneng berada di Desa Tempel, Kelurahan Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Kab. Klaten, Jawa Tengah. Tepatnya berada di dekat Gereja Roh Katholik Kebonarum, kurang lebih 15 km dari Kota Klaten. Jika Anda pakai mobil kira-kira membutuhkan waktu 30 menit.

Untuk menuju ke lokasi ini cukup mudah, rute dari Pabrik Gula Gondang Baru ke arah utara menuju pertigaan besar di Desa Basin lalu ambil arah kanan hingga tiba di sebuah pohon beringin di persimpangan jalan. Jalan lurus saja kemudian belok ke kiri hingga menemui Gapuro Pemandian Umbul Pluneng. Umbul Tirto Mulyono berada di bagian sebelah kiri jalan dan Umbul Tirto Mulyani berada di kiri jalan.

Gapura Desa Wisata Pemandian Umbul Pluneng

AREA PARKIR

Lokasi umbul yang dikelilingi oleh rumah warga ini menyebabkan minimnya lahan parkir khusus bagi pengunjung. Namun jangan khawatir, Anda dapat memparkir mobil Anda di pinggir-pinggir jalan atau halaman rumah warga.

Kalau saya sering parkir di halaman warga dengan ongkos parkir sukarela, atau kadang malah gratis karena area parkir tidak dikelola dengan sungguh-sungguh.

TIKET MASUK

Tiket masuk ke Pemandian Umbul Pluneng ini sangat murah sekali, seperti terpampang dengan jelas di dinding pemandian yaitu hanya Rp. 2000,- per orang.

SEWA PELAMPUNG

Rumah warga yang berada di samping pemandian juga terdapat tempat penyewaan pelampung meskipun hanya sebuah ban dalam kendaraan. Tapi lumayanlah untuk membahagiakan anak-anak dalam berlatih berenang di sana.

Fasilitas Pemandian Umbul Pluneng

TEMPAT BELI MAKANAN

Meskipun tempat wisata ini banyak dikunjungi orang terutama pada hari-hari tertentu, namun di sekitar pemandian ini belum terdapat banyak warung makan. Akan tetapi banyak juga penjual makanan ringan di sekitar pemandian yang banyak digemari oleh anak-anak.

Tempat Jajan di Pemandian Umbul Pluneng

Demikianlah salah satu tempat wisata air alami yang berada di Klaten yang dapat Anda jadikan sebagai tujuan wisata dan juga sebagai tempat liburan murah sekeluarga.

Kalau saya beserta anak istri setiap mengunjungi mertua di Klaten hampir selalu menyempatkan diri untuk berendam di sana. Anak-anak saya sangat menyenangi tempat pemandian ini. Saya juga senang karena bisa hemat biaya wisata, hehehe…sangat murah meriah.*

 

Advertisement
advertisement
Yuk Nikmati Wisata Air Pemandian Umbul Pluneng Klaten | Amin | 4.5
Leave a Reply